SATUAN
ACARA BERMAIN
BERMAIN
PADA ANAK USIA 7-9 BULAN
Pokok Bahasan :
Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit
Sub Pokok Bahasan :
Terapi Bermain Anak USIA 7-9 bulan
Hari / Tanggal : Senin, 4
April 2016
Waktu : 09.00
– 09.20 WIB
Tempat : Ruang
Bougenvil (R. Anak)
Pelaksana :
Mahasiswa Tingkat 2A Akper Pemkab Lumajang
I.
TUJUAN
INTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah dilakukan
Satuan Acara Bermain (SAB) Pada Anak Usia 7-9 bulan selama
1 x 30 menit diharapkan anak
bisa merasa tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak takut lagi terhadap
perawat sehingga anak bisa merasa nyaman selama dirawat dirumah sakit.
II.
TUJUAN
INTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Adapun tujuan intruksional khusus dilakukannya Satuan Acara
Bermain (SAB), yaitu:
1. Anak
bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan perawat.
2. Anak
menerima perawatan dan anjuran dari dokter dan perawat.
3. Anak menjadi kooperatif pada perawat
dan tindakan keperawatan
4. Kebutuhan bermain anak dapat
terpenuhi
5. Dapat melanjutkan pertumbuhan dan
perkembangan yang normal
6. Dapat mengembangkan kreativitas
melalui pengalaman bermain yang tepat
7. Agar anak dapat beradaptasi lebih
efektif terhadap stress karena sakit
8. Anak dapat merasakan suasana yang
nyaman dan aman seperti dirumah Sebagai alat komunikasi antara perawat – klien.
III.
Sasaran
Anak
yang dirawat di ruang anak yang memenuhi criteria sebagai berikut :
1. Kesadaran
kompos mentis
2. Tanda
– tanda vital stabil
3. Tidak
bertentangan jenis penyakit dipandang dari sudut penularan
4. Pada
usia perkembangan yang sama
5. Tidak
ada kontra indikasi dari aspek medis
IV.
MATERI
(TERLAMPIR)
1. Sekilas
tentang bermain dan mainan pada anak.
2. Permainan
pada anak usia 7-9 bulan
V.
METODE
1. Ceramah
2. Bermain
bersama dengan mewarnai gambar
VI.
MEDIA
1. Mainan untuk anak usia 7-9 bulan
VII.
Media, Alat dan bahan
KETERANGAN
|
MACAM
|
KLASIFIKASI
|
Jenis
Permainan
|
Soft
Teether atau Rattle
Mainan
pencet
Mainan
Lampu
Putar
musik
Boneka
tangan
|
Usia
7 – 9 bulan
|
Jumlah
anak
|
5
orang
|
|
Alat
– alat yang diperlukan
|
1. Soft Teether atau Rattle
2. Mainan
pencet (berbunyi saat di pencet) dan bentuknya beragam
3. Mainan
lampu (yang dapat memancarkan cahaya)
4. Mainan
yang dapat mengeluarkan bunyi ataupun music
5. Boneka
tangan (mainan yang
bisa dipegang)
|
|
Tujuan
khusus pada permainan ini
|
1. Meningkatkan
hhubungan perawat – klien
2. Menngkatkan
kreativitas pada anak
3. Mengalihkan
perhatian dari nyeri dan ketidaknyamanan
4. Membantu
eksplorasi perasaan gembira/senang, sedih, dan bosan
5. Menimbulkan
rasa kerjasama perawat – klien keluarga
6. Sebagai
komunikasi antara perawat - klien
|
|
Prinsip
bermain yang dilakukan
|
1. Tidak
banyak mengeluarkan energy, singkat, dan sederhana
2. Mempertimbangkan
keamanan
3. Kelompok
umur / usia klien sama
4. Melibatkan
oran tua
5. Tidak
bertentangan dengan pengobatan
|
|
Hambatan
– hambatan yang mungkin terjadi
|
Anak
lelah
Anak
bosan
Anak
merasa takut pada lingkungan
Kecemasan
pada orang tua
|
|
Antisispasi
untuk meminimalkan hambatan
|
1. Membatasi
waktu bermain
2. Permainan
bervariasi / tidak monoton
3. Jadwal
bermain disesuaikan
4. Terlebih
member penjelasan pada orang tua
5. Melibatkan
perawat / petugas dan orang tua
6. Konsultasi
dengan pembimbing
|
|
Lampiran
A. Pengertian
Bermain
Bermain merupakan seluruh
aktivitas anak termasuk bekerja kesenangannya dan merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia.
Bermain tidak sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti hanya
makanan, cinta kasih (Soetjiningsih, 1995). Kategori bermain dibagi menjadi dua
yaitu bermain aktif dan pasif (Hurlock, 1999):
a. Bermain
aktif
Dalam bermain aktif,
anak memperoleh kesenangan dari apa yang dilakukannya. Misalnya berlari atau
membuat sesuatu dari lilin.
b. Bermain
pasif
Kesenangan
yang diperoleh anak dalam bermain egosentris. Sedikit demi sedikit anak akan
dilatih untuk mempertimbangkan perasaan orang lain, bekerja sama, saling
membagi dan menghargai. Melalui bermain
anak dilatih bersabar, menunggu giliran dan terkadang bisa kecewa karena in
pasif berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Misalnya menikmati
temannya bermain, melihat hewan. Bermain jenis ini membutuhkan sedikit energi
dibandingkan bermain aktif.
B. Beberapa
manfaat yang bisa diperoleh seorang anak melalui bermain antara lain (Zaviera,
2008):
a. Aspek
fisik, dengan mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan yang banyak
melibatkan gerakan
– gerakan tubuh, akan membuat tubuh anak menjadi sehat.
b. Aspek
perkembangan motor kasar dan halus, hal ini untuk meningkatkan ketrampilan
anak.
c. Aspek
sosial, anak belajar berpisah dengan ibu dan pengasuh. Anak belajar menjalin
hubungan dengan teman sebaya, belajar berbagi hak, mempertahankan hubungan,
perkembangan bahasa, dan bermain peran sosial.
d. Aspek bahasa, anak akan memperoleh kesempatan
yang luas untuk berani bicara. Hal ini penting bagi kemampuan anak dalam
berkomunikasi dan memperluas pergaulannya.
e. Aspek emosi dan kepribadian. Melalui bermain,
anak dapat melepaskan ketegangan yang dialaminya. Dengan bermain berkelompok,
anak akan mempunyai penilaian terhadap dirinya tentang kelebihan yang dimiliki
sehingga dapat membantu perbentukan konsep diri yang positif, mempunyai rasa
percaya diri dan harga diri.
f. Aspek
kognisi. Pengetahuan yang didapat akan bertambah luas dan daya nalar juga
bertambah luas, dengan mempunyai kreativitas, kemampuan berbahasa, dan
peningkatan daya ingat anak.
g. Aspek
ketajaman panca indra. Dengan bermain, anak dapat lebih peka pada hal – hal
yang berlangsung
dilingkungan sekitarnya.
h. Aspek
perkembangan kreativitas. kegiatan ini menyangkut kemampuan melihat sebanyak
mungkin alternatif jawaban. Kemampuan divergen ini yang mendasari kemampuan
kreativitas seseorang.
i.
Terapi. Melalui kegiatan bermain anak
dapat mengubah emosi negatif menjadi positif dan lebih menyenangkan.
C.
Alat
Permainan Edukatif (APE)
Alat Permainan Edukatif (APE) adalah
alat permainan yang dapat mengoptimalkan
perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya, serta berguna untuk :
1.
Pengembangan
aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik
anak, trediri dari motorik kasar dan halus. Contoh alat bermain motorik kasar : bola, mainan yang
ditarik dan didorong, tali, dll. Motorik halus
pensil, bola, balok, lilin, dll
2.
Pengembangan
bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang benar. Contoh alat permainan :
buku bergambar, buku cerita, majalah,
radio, tape, TV, dll.
3.
Pengembangan
aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk. Warna, dll. Contoh alat
permainan : buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
4.
Pengembangan
aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat. Contoh alat
permainan : alat permainan yang dapat dipakai
bersama, misal kotak pasir, bola, tali, dll.
D.
Hal-Hal
Yang Harus Diperhatikan Dalam Bermain
1.
Bermain/alat
bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.
2.
Permainan
disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3.
Ulangi
suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat pada keterampilan yang lebih majemuk.
4.
Jangan
memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5.
Jangan
memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.
a.
Bentuk-
Bentuk Permainan
1.
Usia
0 – 12 bulan
Tujuannya adalah :
1)
Melatih
reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya mengisap,menggenggam
2)
Melatih
kerjasama mata dan tangan.
3)
Melatih
kerjasama mata dan telinga.
4)
Melatih
mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.
5)
Melatih
mengenal sumber asal suara.
6)
Melatih
kepekaan perabaan.
7)
Melatih
keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.
b.
Alat
permainan yang dianjurkan :
1.
Benda-benda
yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.
2.
Alat
permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.
3.
Alat
permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.
4.
Alat
permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.
5.
Alat
permainan berupa selimut dan boneka.
E.
Klasifikasi
Bermain
Usia 7 – 9 bulan
a.
Visual
a)
Berikan
mainan warna terang yang lebih besar, dapat bergerak dan berbunyi khas
b)
Tempatkan
cermin agar anak bisa melihat dirinya
c)
Bermain
ciluk bad an muka lucu
b.
Auditory
a)
Panggil
nama anak
b)
Ajarkan
kata-kata simple :’mama” “papa” dll
c)
Berbicara
pada anak dengan kata-kata yang jelas
d)
Ajarkan
nama-nama bagian-bagian tubuh
e)
Beritahukan
apa yang dilakukan ibunya
f)
Beri
perintah yang sederhana
c.
Kinestetik
Taktil
a)
Meraba
bahan berbagai tekstur
b)
Bermain
air mengalir
c)
Berdiri
untuk menahan berat badan
d)
Meletakkan
mainan agak jauh dan perintahkan anak mengambilnya
Contoh jenis permainan :
a. Soft
Teether atau Rattle
b. Mainan
pencet
c. Musikal toy nursery
d. Boneka
tangan
EVALUASI
Peserta terapi mampu:
1. Menggunakan alat permainan