Monday, January 30, 2017

SAB anak usia 7-9 Bulan


SATUAN ACARA BERMAIN
BERMAIN PADA ANAK USIA 7-9 BULAN

Pokok Bahasan           : Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit
Sub Pokok Bahasan    : Terapi Bermain Anak USIA 7-9 bulan
Hari / Tanggal             : Senin, 4 April 2016
Waktu                         : 09.00 – 09.20 WIB
Tempat                        : Ruang Bougenvil (R. Anak)
Pelaksana                    : Mahasiswa Tingkat 2A Akper Pemkab Lumajang
I.              TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah dilakukan Satuan Acara Bermain (SAB) Pada Anak Usia 7-9 bulan selama 1 x 30 menit diharapkan anak bisa merasa tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak takut lagi terhadap perawat sehingga anak bisa merasa nyaman selama dirawat dirumah sakit.
II.           TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
          Adapun tujuan intruksional khusus dilakukannya Satuan Acara Bermain (SAB), yaitu:
1.      Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan perawat.
2.      Anak menerima perawatan dan anjuran dari dokter dan perawat.
3.      Anak menjadi kooperatif pada perawat dan tindakan keperawatan
4.      Kebutuhan bermain anak dapat terpenuhi
5.      Dapat melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang normal
6.      Dapat mengembangkan kreativitas melalui pengalaman bermain yang tepat
7.      Agar anak dapat beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit
8.      Anak dapat merasakan suasana yang nyaman dan aman seperti dirumah Sebagai alat komunikasi antara perawat – klien.

III.        Sasaran
Anak yang dirawat di ruang anak yang memenuhi criteria sebagai berikut :
1.      Kesadaran kompos mentis
2.      Tanda – tanda vital stabil
3.      Tidak bertentangan jenis penyakit dipandang dari sudut penularan
4.      Pada usia perkembangan yang sama
5.      Tidak ada kontra indikasi dari aspek medis
IV.        MATERI (TERLAMPIR)
1.      Sekilas tentang bermain dan mainan pada anak.
2.      Permainan pada anak usia 7-9 bulan

V.           METODE
1.      Ceramah
2.      Bermain bersama dengan mewarnai gambar

VI.        MEDIA
1.      Mainan untuk anak usia 7-9 bulan

VII.          Media, Alat dan bahan
KETERANGAN
MACAM
KLASIFIKASI
Jenis Permainan
Soft Teether atau Rattle
Mainan pencet
Mainan Lampu
Putar musik
Boneka tangan
Usia 7 – 9 bulan
Jumlah anak
5 orang
Alat – alat yang diperlukan
1.       Soft Teether atau Rattle
2.      Mainan pencet (berbunyi saat di pencet) dan bentuknya beragam
3.      Mainan lampu (yang dapat memancarkan cahaya)
4.      Mainan yang dapat mengeluarkan bunyi ataupun music
5.      Boneka tangan (mainan yang bisa dipegang)
Tujuan khusus pada permainan ini
1.      Meningkatkan hhubungan perawat – klien
2.      Menngkatkan kreativitas pada anak
3.      Mengalihkan perhatian dari nyeri dan ketidaknyamanan
4.      Membantu eksplorasi perasaan gembira/senang, sedih, dan bosan
5.      Menimbulkan rasa kerjasama perawat – klien keluarga
6.      Sebagai komunikasi antara perawat - klien

Prinsip bermain yang dilakukan
1.      Tidak banyak mengeluarkan energy, singkat, dan sederhana
2.      Mempertimbangkan keamanan
3.      Kelompok umur / usia klien sama
4.      Melibatkan oran tua
5.      Tidak bertentangan dengan pengobatan
Hambatan – hambatan yang mungkin terjadi
Anak lelah
Anak bosan
Anak merasa takut pada lingkungan
Kecemasan pada orang tua
Antisispasi untuk meminimalkan hambatan
1.      Membatasi waktu bermain
2.      Permainan bervariasi / tidak monoton
3.      Jadwal bermain disesuaikan
4.      Terlebih member penjelasan pada orang tua
5.      Melibatkan perawat / petugas dan orang tua
6.      Konsultasi dengan pembimbing



Lampiran
A.      Pengertian Bermain
             Bermain merupakan seluruh aktivitas anak termasuk bekerja kesenangannya dan merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bermain tidak sekedar mengisi waktu tetapi merupakan kebutuhan anak seperti hanya makanan, cinta kasih (Soetjiningsih, 1995). Kategori bermain dibagi menjadi dua yaitu bermain aktif dan pasif (Hurlock, 1999):
a.       Bermain aktif
Dalam bermain aktif, anak memperoleh kesenangan dari apa yang dilakukannya. Misalnya berlari atau membuat sesuatu dari lilin.   
b.      Bermain pasif  
Kesenangan yang diperoleh anak dalam bermain egosentris. Sedikit demi sedikit anak akan dilatih untuk mempertimbangkan perasaan orang lain, bekerja sama, saling membagi dan menghargai. Melalui bermain anak dilatih bersabar, menunggu giliran dan terkadang bisa kecewa karena in pasif berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh orang lain. Misalnya menikmati temannya bermain, melihat hewan. Bermain jenis ini membutuhkan sedikit energi dibandingkan bermain aktif.
B.     Beberapa manfaat yang bisa diperoleh seorang anak melalui bermain antara lain (Zaviera, 2008): 
a.       Aspek fisik, dengan mendapat kesempatan untuk melakukan kegiatan yang banyak melibatkan gerakan – gerakan tubuh, akan membuat tubuh anak menjadi sehat.
b.      Aspek perkembangan motor kasar dan halus, hal ini untuk meningkatkan ketrampilan anak.
c.       Aspek sosial, anak belajar berpisah dengan ibu dan pengasuh. Anak belajar menjalin hubungan dengan teman sebaya, belajar berbagi hak, mempertahankan hubungan, perkembangan bahasa, dan bermain peran sosial.
d.       Aspek bahasa, anak akan memperoleh kesempatan yang luas untuk berani bicara. Hal ini penting bagi kemampuan anak dalam berkomunikasi dan memperluas pergaulannya.
e.        Aspek emosi dan kepribadian. Melalui bermain, anak dapat melepaskan ketegangan yang dialaminya. Dengan bermain berkelompok, anak akan mempunyai penilaian terhadap dirinya tentang kelebihan yang dimiliki sehingga dapat membantu perbentukan konsep diri yang positif, mempunyai rasa percaya diri dan harga diri.
f.       Aspek kognisi. Pengetahuan yang didapat akan bertambah luas dan daya nalar juga bertambah luas, dengan mempunyai kreativitas, kemampuan berbahasa, dan peningkatan daya ingat anak.
g.      Aspek ketajaman panca indra. Dengan bermain, anak dapat lebih peka pada hal – hal yang berlangsung dilingkungan sekitarnya.
h.      Aspek perkembangan kreativitas. kegiatan ini menyangkut kemampuan melihat sebanyak mungkin alternatif jawaban. Kemampuan divergen ini yang mendasari kemampuan kreativitas seseorang.
i.        Terapi. Melalui kegiatan bermain anak dapat mengubah emosi negatif menjadi positif dan lebih menyenangkan.
C.       Alat Permainan Edukatif (APE)
Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat perkembangannya, serta berguna untuk :
1.      Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari motorik kasar dan halus. Contoh alat bermain motorik kasar : bola, mainan yang ditarik dan didorong, tali, dll. Motorik halus pensil, bola, balok, lilin, dll
2.      Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat yang benar. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.
3.      Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran, bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
4.      Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat. Contoh alat permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak pasir, bola, tali, dll.
D.      Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Bermain
1.        Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.
2.        Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3.        Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat pada keterampilan yang lebih majemuk.
4.        Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5.        Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.
a.         Bentuk- Bentuk Permainan
1.      Usia 0 – 12 bulan
Tujuannya adalah :
1)      Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya mengisap,menggenggam
2)      Melatih kerjasama mata dan tangan.
3)      Melatih kerjasama mata dan telinga.
4)      Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.
5)      Melatih mengenal sumber asal suara.
6)      Melatih kepekaan perabaan.
7)      Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.
b.        Alat permainan yang dianjurkan :
1.      Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.
2.      Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.
3.      Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.
4.      Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.
5.      Alat permainan berupa selimut dan boneka.
E.       Klasifikasi Bermain
Usia 7 – 9 bulan
a.       Visual
a)        Berikan mainan warna terang yang lebih besar, dapat bergerak dan berbunyi khas
b)        Tempatkan cermin agar anak bisa melihat dirinya
c)        Bermain ciluk bad an muka lucu
b.      Auditory
a)    Panggil nama anak
b)   Ajarkan kata-kata simple :’mama” “papa” dll
c)    Berbicara pada anak dengan kata-kata yang jelas
d)   Ajarkan nama-nama bagian-bagian tubuh
e)    Beritahukan apa yang dilakukan ibunya
f)    Beri perintah yang sederhana
c.       Kinestetik Taktil
a)    Meraba bahan berbagai tekstur
b)   Bermain air mengalir
c)    Berdiri untuk menahan berat badan
d)   Meletakkan mainan agak jauh dan perintahkan anak mengambilnya
Contoh jenis permainan :
a.       Soft Teether atau Rattle
b.      Mainan pencet
c.       Musikal toy nursery
d.      Boneka tangan

EVALUASI
Peserta terapi mampu:
1.      Menggunakan alat permainan








0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

BTemplates.com